Desain Kaos PARAMABUDAYA 2009 Monday, Apr 20 2009 

berikut adalah desain kaos panitia Paramabudaya 2009, hasil kerjasama dengan rumah produksi kaos terkemuka di Bandung, C59 kaos ini juga ditawarkan bagi anggota UKM dan pemaen pergelaran .. jadi buruan pesan …

ULASAN PERGELARAN 2007 Monday, Jan 19 2009 

Pergelaran yang diadakan oleh UKM Djawa Tjap Parabola IT Telkom mengambil judul Gathutkaca Gering. Ini merupakan pergelaran wayang orang pertama yang diadakan oleh UKM Djawa, setelah pada tahun 2006 UKM Djawa mengadakan pergelaran ketoprak Mataraman bertajuk Menak Jinggo. Sudah menjadi adatnya bahwa pemain pergelaran adalah para anggota UKM Djawa itu sendiri dengan pelatih sekaligus pembimbing UKM Djawa dari Sanggar Ladrang Kesumo. Sanggar Ladrang Kesumo merupakan salah satu sanggar kesenian Jawa yang ada di Bandung, mulai dari menyewakan pakaian sampai prosesi perkawinan, yang pemiliknya merupakan pembimbing UKM Djawa sejak UKM Djawa Tjap Parabola didirikan pada tahun 1994.

Wayang orang Gathutkaca Gering ini menceritakan tentang kesaktian-kesaktian di dalam diri Gathutkaca yang keluar dari tubuhnya, sehingga Gathutkaca menjadi gering alias lemah tanpa daya, tak punya kekuatan. Gathutkaca yang sedang terbang dan kekuatannya keluar menjadi hilang kesadaran dan jatuh tak tahu rimbanya. Kesaktian – kesaktian Gathutkaca yang menjelma menjadi buta / raksasa (Basunanda dkk) mendirikan kerajaan sendiri dan malah berniat menculik Pregiwa dari para Pandawa. Sementara itu, para kadang Pandawa kebingungan karena Gathutkaca hilang dari peredaran, maka dicarilah ke seluruh penjuru bumi, dan akhirnya ditemukan di sebuah rumah sakit sedang tergolek tak berdaya. Untuk mengembalikan kesaktiannya, Gathutkaca sendiri yang harus mengahadapi para raksasa yang notabene merupakan bagian dari dirinya sendiri.

Demikianlah kira-kira sinopsis dari cerita wayang orang  Gathutkaca Gering yang ditampilkan oleh UKM Djawa Tjap Parabola. Dan sudah merupakan ciri khas dari UKM Djawa Tjap Parabola bahwa setiap pergelaran pasti menyuguhkan humor – humor segar khas mahasiswa dan penonton yang membludak. 
Berikut ulasannya :


tarian hokya-hokya sebagai tarian pembuka

 


penampilan keroncong UKM Djawa Tjap Parabola

 


karawitan dan keroncong yang merupakan bagian dari UKM Djawa


empat kesaktian Gathutkaca yang telah keluar dari tubuhnya


sang pimpinan komplotan


sang Werkudara yang kebingungan mencari anaknya

 


sang arjuna

 


para Punakawan

 


atraksi cakil

 


arjuna melawan raksasa lainnya

 


para penari Gambyong

 


Werkudara melapor pada para Pandawa, dan meminta bantuan untuk mendapatkan kembali Gahutkaca

 


trik kuda terbelah

 


Gahutkaca ditangani dokter dan suster

 


Werkudara menghadapi ular demi anaknya

 


Gahutkaca gering kembali pada keluarga Pandawa

 


Basunanda cs sedang berpesta dengan mengundang tari saweran

 


Werkudara menantang Basunanda Cs

 


pergelaran selesai, tak lupa terima kasih kepada para penonton

 


penonton pergelaran UKM Djawa selalu yang paling banyak di antara UKM lain

ULASAN PROSESI 2007 Monday, Jan 19 2009 

Pergelaran merupakan kegiatan rutin UKM Djawa Tjap Parabola tiap tahunnya. Pada tahun 2007, UKM Djawa membuat pergelaran wayang orang dengan lakon Gathutkaca Gering dan dikemas dalam serangkaian acara yang diberi nama Trilogy of Art (TOFA). Dalam TOFA itu sendiri, pembukaan / openingnya dilakukan dengan meriah yaitu diadakan sebuah prosesi / helaran di lapangan rektorat IT Telkom. Tentu saja penari dan penabuh karawitannya dari anggota UKM Djawa Tjap Parabola ini sendiri. Berikut ulasannya :

 


para buto / raksasa masuk arena

 


para penari umbul-umbul mengelilingi sang satria

 


sang satria berhasil mengalahkan raksasa

 


para penari putri / saweran menunjukkan kebolehannya

 


penari jaran beraksi

 


prosesi berakhir dengan iring-iringan penari

 


para pemain karawitan

Logo Resmi PARAMABUDAYA UKM Djawa Wednesday, Jan 14 2009 

Setelah melalui proses yang panjang, mulai dari perancangan (desain) logo oleh masing2 punggawa bala Abimanyu (sebutan untuk panitia sie publikasi dan dokumentasi), pengumpulan, seleksi, dan pemikiran yang menyita waktu dan tenaga yang tidak sedikit, maka jadilah Logo PARAMABUDAYA UKM Djawa yang diresmikan pada hari Rabu, 14 Januari 2009 pada pukul 04.00 WIB bertempat di sekretariat PARAMABUDAYA UKM Djawa Tjap Parabola, Students Center lantai 1 no.107 Institut Teknologi Telkom.

Inilah logo resmi PARAMABUDAYA UKM Djawa :
logo resmi PARAMABUDAYA UKM Djawa

Makna dari logo PARAMABUDAYA tersebut antara lain adalah :
1. Bentuk Gunungan, mencerminkan bentuk kebudayaan Jawa. Layaknya gunungan yang dimainkan di awal pada sebuah pertunjukan wayang, kami menaruh harapan semoga PARAMABUDAYA ini menjadi awal kesuksesan UKM Djawa ke depannya
2. Bentuk memanjang di dalam gununngan, melambangkan kebudayaan yang adi luhung, yang bermakna tinggi dalam kehidupan, yang sudah selayaknya kita lestarikan, terutama bagi generasi muda Indonesia
3. Bentuk melingkar yang mengapit bentuk memanjang di dalam gunugan, merupakan bentuk gelung sapit urang dari para ksatria dalam pewayangan seperti Arjuna, Bima, dll. Cita – cita untuk melestarikan kebudayaan tentu saja tidak lepas dari sikap – sikap ksatria yang menjunjung tinggi adat dan etika.
4. Adanya dua bentuk gelung sapit urang tersebut melambangkan keseimbangan, keseimbangan antara memelihara kebudayaan warisan leluhur dengan tetap mengikuti perkembangan jaman, dalam hal ini adalah perkembangan teknologi karena PARAMABUDAYA merupakan acara dari UKM Djawa Tjap Parabola yang ada di kampus teknologi IT Telkom
5. Logo Parabola yang berada di bawah bentuk gelung, menghadap ke atas, untuk mengingatkan bahwa acara PARAMABUDAYA merupakan bagian dari UKM Djawa Tjap Parabola IT Telkom
6. Dua garis tepi gunungan dengan garis yang lebih solid di dalam, menyiratkan bahwa PARAMABUDAYA juga merupakan ajang untuk mempererat anggota internal UKM Djawa Tjap Parabola
7. Warna coklat yang merupakan warna tanah, menyiratkan bahwa PARAMABUDAYA adalah unsur yang membumi sehingga semua komponen di dalamnya (panitia, pemain, dll) harus saling menghargai tanpa adanya rasa congkak dan tinggi hati
8. Tulisan PARAMABUDAYA dengan font seperti Aksara Jawa di bawah bentuk gunungan, memberikan informasi bahwa logo ini adalah milik PARAMABUDAYA UKM Djawa dengan cita – cita utama nguri-uri budaya Jawa yang luhur

Demikianlah, logo baru PARAMABUDAYA UKM Djawa Tjap Parabola. Dengan adanya logo ini, kami harapkan semangat dan filosofi di dalamnya terus dipegang oleh semua komponen di dalamnya, baik pengurus UKM Djawa, panitia PARAMABUDAYA, maupun pemain pergelarannya. Dan karena kami sangat berharap bahwa PARAMABUDAYA ini menjadi trademark bagi UKM Djawa Tjap Parabola untuk setrusnya, maka logo ini pun akan ditetapkan mulai sekarang untuk seterusnya pula.

UKM Djawa Tjap Parabola
Ajining Kabudayan
Raketing Bebrayan
Lumaksana Magita-gita
Tandya … Tandya … Tandya … !!!

Sekapur Sirih Tuesday, Jan 13 2009 

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas karunianya hingga saat ini UKM Djawa masih diperkenankan menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang besar di Institut Teknologi Telkom Bandung ini. Hingga saat ini pun masih diperkenankan untuk mengadakan berbagai kegiatan untuk menjalankan program kerjanya, terutama kegiatan pergelaran yang diadakan setiap tahunnya sejak pertama kali UKM Djawa ini didirikan pada tahun 1994. Bahkan sebelum tahun itu pun Ludruk Tjap Parabola serta Kethoprak Agung Puspita Budaya telah menunjukkan eksistensinya melalui beberapa pergelaran.

UKM Djawa Tjap Parabola merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa yang memfokuskan program kerjanya pada kegiatan – kegiatan yang mengandung unsur kebudayan, dalam hal ini adalah budaya Jawa yang adiluhung. Terbukti dalam setiap kegiatan yang diadakan selalu mengutamakan pada pelestarian budaya Jawa, antara lain Karawitan, Tari, seni peran (Ludruk, Kethoprak, Wayang Orang), serta Keroncong. Sejak didirikan pada 20 April 1994 (menurut catatan yang saat ini dianggap yang paling valid), UKM Djawa semakin berusaha untuk nguri-uri budaya Jawa di tengah era globalisasi yang semakin mengedepankan modernisasi dan cenderung meninggalkan budaya warisan leluhur yang dianggap kuno. Pada tahun – tahun awal berdirinya UKM Djawa ini pergelaran yang ditampilkan masih sangat kental bernuansa Ludruk yang aslinya dari Jawa Timur, tapi semakin bertambah usianya semakin bergeser ke arah Kethoprak yang aslinya dari Jawa Tengah. Akan tetapi hal ini tidak menjadi jurang pemisah antara mahasiswa dari Jateng dan Jatim, bahkan nama perkumpulan ludruk Tjap Parabola masih menjadi nama Unit Kegiatan Mahasiswa ini (UKM Djawa Tjap Parabola), justru dengan adanya hal ini mahasiswa – mahasiswa di UKM Djawa yang berasal dari berbagai daerah di tanah Jawa menjadi lebih dekat dengan adanya saling berbagi dan saling melengkapi kebudayaan Jawa yang sangat kaya tersebut. Bahkan pada tahun 2007, untuk pertama kalinya diadakan pergelaran yang menampilkan Wayang Orang dengan lakon “Gathutkaca Gering“. Hal ini merupakan kemajuan dalam hal melestarikan budaya Jawa, karena dalam pergelaran ini hampir semua unsur kebudayaan Jawa tersirat di dalamnya, mulai dari Karawitan, Tari, Keroncong, bahkan Kethoprak dan Ludruk tergabung di dalamnya berupa dialog-dialog segar yang menghibur dengan ciri khas Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Pergelaran UKM Djawa tahun 2007 dan 2008 yang dinamakan TOfA (Trilogy Of Art) merupakan pergelaran Wayang Orang yang sangat mememberikan banyak sekali pengalaman bagi anggota UKM Djawa saat ini, baik pengalaman menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan bagi yang terlibat di dalamnya. Namun hal ini justru menjadikan kepengurusan dan keanggotaan UKM Djawa saat ini lebih termotivasi untuk menjadikan pergelaran tahun berikutnya menjadi pergelaran yang paling sukses dengan meminimalkan pengalaman – pengalaman yang kurang menyenangkan terjadi lagi. Dengan landasan inilah, kami, UKM Djawa Tjap Parabola periode kepengurusan 2008-2009, merancang serangkaian acara yang berpuncak pada pergelaran Wayang Orang yang direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Mei 2009 nantinya. Dengan berbekal pengalaman tahun – tahun sebelumnya serta didorongkan oleh visi bersama untuk mensukseskan goal / tujuan utama dibentuknya kepengurusan UKM Djawa Tjap Parabola ini, maka kami memberanikan diri untuk membentuk kepanitaan yang mengadakan serangkaian acara yang tetap melandaskan setiap kegiatannya pada pelestarian budaya Jawa serta kekeluargaan yang erat.

Dengan semangat baru, motivasi baru, visi dan misi yang baru, maka kami pun merencanakan nama yang baru untuk rangkaian acara ini, sebuah nama yang mencerminkan cita – cita luhur kami, pengabdian pada kebudayaan yang luhur, dan yang terutama akan menjadi sebuah trade mark bagi UKM Djawa Tjap Parabola itu sendiri di mana ketika seseorang menyebutkan nama ini, pikirannya akan langsung tertuju pada rangkaian acara yang diselenggarakan oleh UKM Djawa Tjap Parabola IT Telkom. Setelah melalui proses perenungan yang panjang, maka diputuskanlah sebuah nama yang mewujudkan harapan kami tersebut, yaitu PARAMABUDAYA UKM Djawa.

PARAMABUDAYA merupakan gabungan dari dua kata, Parama yang berarti sangat bagus dan Budaya yang berarti kebudayaan. Jadi dengan penamaan ini, diharapkan tujuan utama melestarikan budaya Jawa yang adiluhung, yang sangat berharga yang selayaknya dipelihara terus menerus terutama oleh para generasi muda, ini dapat tercapai dengan sungguh – sungguh.

Dalam PARAMABUDAYA UKM Djawa ini sendiri akan diadakan beberapa rangkaian acara yang berpuncak pada pergelaran Wayang Orang yang direncanakan diadakan pada bulan Mei 2009 bertempat di GSG IT Telkom dengan pemain dari anggota UKM Djawa Tjap Parabola sendiri, dan tidak menutup kemungkinan akan mengundang bintang tamu dari kalangan seni Jawa (seperti tahun lalu pada pergelaran Dewa Ruci yang menghadirkan bintang tamu Tessy).

Demikianlah, saat ini panitia PARAMABUDAYA UKM Djawa telah terbentuk dan kami sangat menaruh harapan kepada panitia ini untuk mewujudkan cita – cita dan harapan kami mengenai budaya Jawa seperti yang telah disampaikan. Semoga PARAMABUDAYA UKM Djawa ini menjadi titik tolak UKM Djawa Tjap Parabola menjadi lebih sukses dari tahun – tahun sebelumnya dan ikut memainkan peranan penting dalam melestarikan budaya bangsa, budaya yang tidak boleh kita lupakan dan kita tinggalkan karena dengan adanya budayalah manusia melakukan olah cipta dan rasa dalam pribadinya maupun dalam kehidupannya. Mari bersama – sama kita wujudkan harapan tersebut

UKM DJAWA TJAP PARABOLA
Ajining Kabudayan
Raketing Bebrayan
LUMAKSANA MAGITA GITA
Tandya …. Tandya … Tandya … !!!