
“Ken arok yang dibesarkan dalam keluarga perampok, tumbuh menjadi pemuda berandalan. Suatu ketika dia mendapat ilham bahwa dia harus memperistri Ken Dedes dan membuat keris sakti untuk memperoleh kejayaan.
Akankah Ken Arok berhasil mendapatkan Ken Dedes? dan apakah yg terjadi dengan keris sakti tersebut?”
Advertisement
ketoke apik ki….
nempel poster sembarang tempat ki
ngeong….ngeong…….
Secara garis besar, acara hari Sabtu (dari temu alumni sampai puncak Ken Arok mBeling) bisa saya nilai 82.76 (skala satus). Cucuk lah sing mbayar xxx.xxx bisa disuguhi pagelaran nganti jam 2 isuukk..
tapi dengan beberapa catatan.
1. Sing teko temu alumni kok mung sithik yo? (walaupun pas pagelaran dadi akeh…).
Nanti dipikirin lagi gmn caranya biar yang datang tambah banyak.
Yang alumni yo ngono.. harus mensupport adik2 nya juga biar acaranya selalu tambah sukses.
2. Unit Karawitan tambah keren saja.
Maklum dulu saya juga mantan ketua Karawitan (sombong sitik oleh to ?), jadi sedikit2 tau lah perkembangan karawitan adik2. Semakin ke sini, semakin OK karawitannya, didukung peralatan yang sudha lengkap, tidak seperti dulu.
Trus saya berikan kredit tersendiri buat sing mBONANG (Barung & Penerus) nilai 90 skala satus neh.
Usul, jadikan moderator millis saja dua2 nya. . Sopo jenenge ???
Dua jempol untuk seluruh tim Karawitan atas kerja kerasnya !!
3. Unit Keroncong & Campursari
Sebagai mantan kibordis (sombong maneh), sayang sing ngibord wingi orak ono. Padahal yen ono… pasti tuambah keren lik + bisa nambah2 efek untuk pagelarannya…
Eh.. wingi sing pegang cello ada ga to ???
Untuk nanti, coba ditambahi dengan irama2 lain (langgam jowo, bossas, conkdut, conkkoplo, dll), dan dikemas dgn warna musik yang dinamis, maksudnya misal dalam dalam satu lagu, iramanya jangan monoton ituu sajaa, tapi ada single/doble-nya, iramanya berubah dari kroncong mjd bossas, menjadi conkdut, lalu menjadi kroncong lagi, dll… pasti seru jadinya…
kredit tersendiri lagi buat pemain biolanya… menambah warna baru di divisi ini.
Tetap semangattttt….
Pilih satu orang untuk jadi moderator millis. Sing koyok Cak Dikin yo ra popo… wkwkwkwk….
4. Unit Tari UkM dJawa
Tidak banyak komen….. Kereenn abiizzz lah pokoke….
Terharu juga… dijaman sekarang.. masih ada yang mau nguri2 kabudayan jawa terutama tari tradisional…
MANTABs.
Pilih satu orang untuk jadi moderator millis. Kiro-kiro sopo Kris? Jul?
5. Divisi Ludruk/Ketoprak/Wayang Orang
(rodo akeh iki komen-e)
Cerita menarik (walaupun bisa ditebak karena menggunakan pakem yang sama dari taon ke taon)
Pemain ok-ok semua, bisa tari juga, improvisasinya juga bagus. Visual efeknya juga mantabs walaupun tidak ada SOUND Efek.heheheh
Tapi ada 2 hal penting yang menurut saya masih harus diperbaiki:
1. Waktu pentasnya kedawan rekkkk…. (nganti jam loro isuk, kudune jam rolas – setengah siji wis cukup, lungguh terus nganti jam 2 bokonge keju je…)
Yen menurutku bukan karena ceritanya yang kepanjangan, tapi waktu tiap adegannya yang molor.
Usul:
Kalau bisa kedepannya ada 1 orang FLOOR DIRECTOR (beda dengan sutradara ya..), yang tugasnya :
Ngatur jalannya adegan dengan melihat response penonton tanpa mengurangi inti cerita.
Dia berhak mempercepat suatu adegan jika dirasa response penonton kurang, misalnya maaf, adegannya garing, mau nglucu tapi malah ra lucu dan malah bikin lama scene tersebut dan penonton pun jenuh. Tugas ini sifatnya incidental, artinya tidak ada skenario sebelumnya, dia putuskan saat itu juga. Tapi ingat, inti adegan harus tersampaikan ke penonton.
2. Mikropon
Dari semenjak saya gabung ke UKM Djawa, masalah sampai sekarang adalah dengan SUARA & MIC.
Tapi kemarin sudah ada kemajuan, dengan adanya wireless yang ditempel ke pemain (3 atau 4 di atas panggung ya ???)
MIC dari atas panggung selama ini kurang ngefek ke output speaker, dan mic wireless handy juga kurang fleksibel untuk pemain.
jadi usul kalu bisa, kita punya sendiri mic wireless tempel yang banyak. kalau bisa tiap pemain dalam satu scene dapet mic satu-satu. Kita beli sendiri, dananya iuran dan minta alumni (weheheheheh),
karena hal ini sangat VITAL. Setiap adegan pertama, dari jaman dulu sampai sekarang pasti ada teriakan… mic..mic…mic…. dari penonton
Demikian, moga2 pagelaran taon depan nilainya bisa tambah. Mungkin ada saran dan tanggapan dari yang lain… agar dapat memacu semangat untuk pagelaran selanjutnya.
Yang menjadi kelebihan pagelaran kali ini adalah :
1. Rangkaian pagelaran (ada futsal, lomba ini itu dll) yang pas jamanku ga ada sama sekali, membuat rangakain acara paramabudaya tambah keren..
2. kemampuan untuk mengintegrasikan sekte-sekte kedaerahan terutama Jawa yang muncul di ITT Telkom.
Kompaknya panitia, pemain, dan pendukung acara. (bisa diliat dengan suara jargon2 yang keras dan kompak)
3. Pemisahan antara pemain dan panitia efeknya sangat bagus untuk kesuksesan pentas, seperti sekarang ini.
Dua Jempol untuk kerja keras semua PENGURUS, PANITIA & PEMAIN pagelaran 2011.
Matursuwun.. mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan.